Jumat, 20 Maret 2015

PEREKONOMIAN INDONESIA

1.    Penerapan sistem ekonomi dualisme sosialis, pancasila dan ekonomi kerakyatan di Indonesia
Kita makin menyadari bahwa keterbatasan yang dihadapi manusia tidak hanya bersifat individu, melainkan juga bersifat kolektif. Kemampuan melakukan koordinasi ini mengindikasi kemampuan manusia menyusun sistem-sistem ekonomi. Hanya saja, kemampuan yang dicapai manusia dalam membangun sistem ekonomi belum sempurna. Itulah sebabnya, mengapa dunia berkali-kali menghadapi masalah-masalah ekonomi yang berat, terutama resesi dan depresi ekonomi.

Sistem ekonomi adalah suatu bentuk organisasi ekonomi yang mengatur cara-cara memecahkan berbagai masalah ekonomi yang dihadapi sehingga tercapai kesejahteraan dan kemakmuran. Sistem ekonomi yang dianut oleh sekelompok masyarakat tergantung pada paham atau ideologi yang dianut suatu negara. Ada negara yang menganut paham liberal (liberalisme), sosialis (sosialisme), komunis (komunisme), atau campuran dari paham liberal dan sosialis.

Dasar negara menyatakan bahwa sistem ekonomi yang dikonsepkan adalah Ekonomi Kerakyatan (ekonomi yang dikuasi oleh rakyat), tetapi kenyataannya aktivitas ekonomi yang berlangsung saat ini mencerminkan Sistem Ekonomi Kapitalis, sehingga saat ini yang terjadi adalah dualisme ekonomi. Dualisme ekonomi mengacu pada pemikiran J.H. Boeke yang menggambarkan adanya dua keadaan yang amat berbeda dalam suatu masyarakat, yang  hidup dan berdampingan. Keadaan pertama bersifat ‘superior’ sedangkan yang lainnya bersifat ‘inferior’. Dualisme ekonomi di Indonesia tidak hanya mewujud sebagai akibat perbedaan taraf pengembangan teknologi, melainkan tampak sebagai perbedaan konsep nilai (falsafah), ideologi, dan sos-bud, yang mempengaruhi bekerjanya sistem ekonomi.

Jika sistem kapitalis sangat percaya bahwa kemakmuran bersama harus dibangun diatas fondasi kemakmuran individu, sistem sosialis berpandangan sebaliknya. Kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor ekonomi harus ditekan sesedikit mungkin. Itulah sebabnya, dalam masyarakat sosialis sebagai besar kepemilikan merupakan kepemilikan sosial (sosial property).

Sistem ekonomi yang terkait dengan ideologi, sistem nilai dan sosial-budaya yang khas Indonesia, berpijak pada kombinasi antara gagasan-gagasan normatif dan fakta-fakta empirik yang dirumuskan dalam Pancasila, Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal ekonomi.
Ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang mengacu pada sila-sila Pancasila, yang terwujud dalam lima landasan ekonomi, yaitu ekonomi moralistik, kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi, dan diarahkan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Istilah ekonomi ini muncul akibat ketidakpuasan terhadap perekonimian nasional yang bias kepada unit-unit besar. Oleh karena itu ekonomi rakyat lebih merujuk pada ekonomi sebagian besar rakyatnya yang tergolong ekonomi lemah, bercirikan subsistem (tradisional) dengan modal dan tenaga kerja keluarga serta teknologi sederhana.

      2. Menganalisis mengenai kependudukan berdasarkan struktur permasalahan yang muncul pengangguran dan jenisnya berdasarkan aspek distribusi dan perpindahan atau migrasi.
Bangsa Indonesia mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat dan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, nilai-nilai keadilan, kepentingan sosial, kulitas hidup, dan pembangunan yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan sehingga terjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja, perlindungan hak-hak konsumen serta perlakuan adil bagi seluruh masyarakat. Sistem kerakyatan yang dibangun adalah sistem yang memungkinkan seluruh potensi masyarakat, baik sebagai konsumen, sebagai pengusaha, maupun tenaga kerja, tanpa membedakan suku, agama, dan jenis kelamin mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan taraf hidupnya dalam berbagai kegiatan ekonomi.

Komposisi penduduk adalah dimana suatu Negara yang mempunyai wilayah yang luas dan memiliki banyak penduduk didalam satu Negara tersebut, dari banyaknya penduduk tersebut akan dikelompokan berdasarkan kriteria tertentu. Struktur penduduk di suatu wilayah dapat dikelompokkan menjadi lima yaitu:
        biologis yang meliputi jenis kelamin dan umur
        sosial yang meliputi status perkawinan dan pendidikan
       ekonomi yang meliputi status pekerjaan, lapangan pekerjaan, pendapatan, pengeluaran.
     rumah tangga yang meliputi jumlah anak, ukuran keluarga, hubungan dengan kepala rumah tangga
        budaya yang meliputi agama, bahasa dan suku bangsa.
Migrasi  merupakan  suatu  proses  yang  secara  selektif  mempengaruhi  setiap individu  dengan  ciri-ciri  ekonomi,  sosial,  pendidikan  dan  demografi  tertentu,  maka segenap pengaruhnya secara relatif terhadap faktor-faktor ekonomi maupun non ekonomi dari masing-masing individu tentu akan bervariasi.

Mobilitas penduduk  yang terjadi  karena  migrasi spontan, biasanya  lebih karena alasan  ekonomi. Perbedaan  karakteristik  wilayah  /  negara  menunjukkan  hubungan  yang positif  atas  terjadinya  perpindahan  penduduk  atau  migrasi. Semakin maju suatu wilayah,  akan  semakin  menarik  bagi  para  pendatang  yang  memberi  kontribusi  positif bagi  peningkatan  aksesibilitas  sosial  ekonomi,  sebaliknya,  semakin  tertinggal  suatu daerah dalam aspek ekonomi, dapat dijadikan salah satu pendorong bagi penduduk untuk pindah  ke  daerah  lain,  utamanya  pada  kelompok  usia  tertentu  guna  mencari  peluang kerja

Ilustrasi  di  Asia  Tenggara,  misalnya  negara  Malaysia,  sebagai  negara  yang petumbuhan  ekonominya  relatif  pesat  di  antara  negara-negara  sekitarnya,  meski memberlakukan  regulasi  bagi  pendatang  secara  ketat,  tetap  saja  menjadi  ‘primadona’ tujuan  dalam  mencari  kesempatan  kerja  bagi  kaum  migrasi  khususnya  dari  Indonesia sebagai TKI bahkan dengan cara ilegal sekali pun.

Berbicara mengenai migrasi, migrasi akan berdampak terhadap pengangguran, banyak penduduk indonesia yang akan kehilangan pekerjaannya. Pengangguran yang berakibatkan oleh migrasi adalah pengangguran friksional biasanya bersifat sementara, karena tenaga kerja yang bersangkutan belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bidang atau keahliannya. Pengangguran ini terjadi sebagai akibat pindahnya seseorang dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain.

Dalam pengangguran ini tidak ada penanggulangan secara khusus, karena jalan keluar untuk mengurangi pengangguran ini adalah dengan meningkatkan kesempatan kerja berbagai macam bidang usaha.

Referensi :
Raharja, pratama & Mandala Manurung.2004.PengantarIlmuEkonomi.Jakarta:FakultasEkonomiUniversitasIndonesia



Minggu, 25 Januari 2015

TANTANGAN DAN PELUANG BISNIS TOUR DAN TRAVEL TAHUN 2015

Dalam beberapa bulan terakhir (awal 2015) dunia pariwisata Indonesia cukup repot oleh sejumlah kebijkan yang dibuat oleh pemerintah. Larangan pegawai pemerintah untuk mengadakan meeting tau rapat di hotel membuat banyak hotel terkena dapaknya. Sebagian hotel bahkan mengalami penurunan omzet hingga 80%.

Tidak berhenti sampai disitu, kecelakaan naas yang menimpa pesawat Air Asia QZ8250 pada awal tahun 2015 juga berbuntut panjang. Menteri perhubungan menghapus Tiket Pesawat Murah.

Meski demikian, bisnis travel masih menjadi pilihan yang cukup banyak dilirik kalangan pengusaha. Tak terkecuali pengusaha pemula. Saat ini peluang bisnis dalam bidang tour and travel memang  masih terbuka lebar. Apalagi industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang mendapatkan perioritas lebih dari pemerintahan yang baru.

Saat ini masyarakat semakin memperhatikan efisiensi waktu sehingga perjalanan menggunakan pesawat udara dan jasa perjalanan wisata menjadi opsi yang menarik di pertimbangkan. Di tahun 2015 ini diprediksi terjadi peningkatan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Nah, guna memberikan gambaran singkat tentang bisnis ini mulai dari prospek usaha serta masalah operasional, beberapa hal yang harus Anda diketahui antara lain : Prospek Bisnis Travel Agent, mencari dan membuat Paket wisata, mempersiapkan strategi penawaran harga, menerima dan memproses reservasi, mengelola tour, serta menyiapkan dokumen perjalanan wisata. Dengan memahami hal-hal tersebut Anda akan mampu mengelola bisnis travel agent dengan pengelolaan yang baik.

Setiap usaha pasti memiliki alasan yang kuat untuk dipilih sebagai usaha utama. Berikut beberapa alasannya : 


1. Tingkat Kebutuhan Hiburan Masyarakat Semakin Tinggi.
Kebutuhan manusia akan wisata semakin menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Kebutuhan manusia akan wisata yang dahulu tergolong kebutuhan tersier, tampaknya mulai mengalami pergeseran kebutuhan primer. Semua lapisan masyarakat, baik lapisan atas, menengah dan lapisan bawah, butuh terhadap wisata atau liburan. maka tidak heran jika berpergian sudah menjadi sebuah kebutuhan masyarakat saat ini.


2. Bisnis yang Tidak Ada Matinya
Bisa dikatakan, bisnis tour dan travel akan selalu ada dan tidak akan ada matinya. Mengapa demikian ? Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa bisnis tour dan travel merupakan bisnis yang bergerak dalam bidang pariwisata. Dimana dunia wisata atau liburan, sudah menjadi kebutuhan wajib masyarakat. Kenyataan tersebut membuat banyak orang membutuhkan jasa liburan sebagai alternatif utamanya. Apalagi selama ada orang yang berpergian keluar negeri atau perjalanan domestik, maka bisnis ini akan selalu ada.

3. Pertumbuhan Ekonomi yang Membaik
Menjelang berakhirnya tahun 2012, kalangan pelaku usaha menilai bahwa prospek sektor industri pariwisata di Indonesia masih sangat menjanjikan. Salah satu indikatornya adalah kestabilan perekonomian Indonesia yang mampu tumbuh 6,3% di kuartal 1  2012, hampir menyamai total pertumbuhan selama tahun 2012. Begitu pula dengan peningkatan Gros domestic product (GDP) Indonesia yang tahun ini diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 4.000. Pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan tersebut dapat meningkatkan pertambahan masyarakat kelas menengah ke atas. Sebagaimana kita ketahui, golongan masyarakat ini merupakan konsumen dominan bagi bisnis tour dan travel.

4. Gencarnya Pemerintah Mempromosikan Pariwisata
 Sebagaimana yang telah di singgung sebelumnya, potensi wisata Indonesia membentang dari Sabang sampai Merauke. Dari sini, maka setiap daerah di Indonesia mempunyai tempat wisatanya masing-masing, mulai dari wisata laut, pantai, peninggalan kebudayaan, tradisi kebudayaan, sampai pada even-even budaya tertentu.Di sisi lain,kekayaan,serta keanekaragaman tradisi dan budaya membuat daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun asing. Atas kenyataan itu, saat ini hampir semua daerah di Indonesia gencar melakukan promosi pariwisatanya masing-masing untuk menarik lebih banyak wisatawan. Oleh sebab itu penawaran paket wisata tour dan travel sangat memenuhi kebutuhan para konsumen tersebut.

Tahun ini banyak sekali peluang bisnis yang akan terjadi di Indonesia seperti dibidang online shopping,kuliner,penjualan ticket secara online dan dibidang tour dan travel.
Dan saat ini saya akan membahas tentang tantangan dan peluang bisnis dibidang tour dan travel tahun 2015.

Sejumlah Tantangan Bisnis tour and travel 2015
Bisnis jasa pariwisata mebutuhkan kesabaran dan jiwa-jiwa yang siap melayai dengan tulus. Jika anda suka traveling maka inilah salah satu peluang menyenangkan dimana hobby Anda akan dibayar. Tentu sangat menyenangkan bukan?!. Bisa jalan-jalan gratis plus dapat penghasilan.

Pesatnya perkembangan teknologi menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus disikapi dengan serius. Jika bisa memaksimalkan perkembangan ini dengan baik, bukan tidak mungkin bisnis travel agen yang Anda bangun dapat meleset dengan cepat. Nampaknya untuk sukses menghadapi tantangan ini setaip travel memerlukan strategi khusus. Mulai dari riset, budged, SDM, dan seterusnya.

Selain itu seperti halnya bisnis jasa yang lain, pesatnya pertumbuhan bisnis travel agen membuat pesaingan menjadi kian sengit. Untuk siap bersaing dengan pelaku bisnis travel lain kita dituntut untuk menyiptakan nilai tambah, difrensiasi yang membuat usaha kita berbeda dengan bisnis lain dibidang yang sama.

Marketing online, branding, menjaga dan meningkatkan kualitas layanan serta hubungan baik dengan pelanggan juga mutlak diperhatikan. Upaya ini diperlukan untuk menjamin keberlangsungan bisnis tour and travel kita kedepan.

Sekian dan terimakasih :)

Referensi : 



Jumat, 09 Januari 2015

@america



@america adalah pusat kebudayaan yang berlokas di di pusat Central Business District Sudirman, Anda dapat mengunjungi kami di lantai 3 Pacific Place Mall. Tempat ini didirikan pada Desember 2010 dengan tujuan untuk pusat informasi bagi siapapun yang tertarik terhadap negara Amerika baik dari kebudayaannya,sejarahnya melalui pameran,pertujukan budaya,debat dll. 
@america adalah pusat kebudayaan abad ke-21 yang mutakhir di mana Anda dapat menjelajahi dan mengeksplorasi Amerika Serikat serta mengungkapkan pikiran dan gagasan tentang Amerika. Ditempat ini juga dilengkaspi dengan terknologi tinggi dan dapat belajar lebih banyak tentang Amerika Serikat. Di @america kalian dapat mengalami yang terbaik dari Amerika seperti idealismenya,kreativitas dan keanekaragamannya. 

Tempat ini dilengkapi dengan fasilitas teknologi yang canggih seperti para pengunjung dapat menggunakan iPad dengan koneksi jaringan yang sanggat canggih dan cepat,panggung pertunjukan seperti layaknya didalam bioskop dan pengunjung disuguhkan sebuah film,mesin Google Earth ukuran raksasa yang disebut Liquid Galaxy yang membuat kita yang memakainya seolah-olah sedang berkeliling dunia. Seluruh event ditempat ini tidak dipungut biaya bayaran.

Sistem keamanan ditempat ini juga sangat ketat. Pengunjung diperiksa terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan dengan metal detektor sebanyak 2 kali. Seluruh barang bawaan seperti tas,handphone dll juga diperiksa serta di titipkan di sebuah loker yang transparan. Pengunjung juga tidak diperbolehkan membawa makanan/minuman kedalam ruangan.

Dan ini beberapa foto saat saya dan teman-teman mengunjungi @amerika : 





Banyak sekali yang saya dapatkan saat mengujungi tempat ini ,saya jadi mengetahui banyak tentang Amerika seperti kebudayaannya,lingkungannya,teknologinya,pendidikannya dan lain-lain. Dan tempat ini sangat recomended sekali untuk para anak muda untuk tau lebih mengenal  lebih dekat dengan benua Amerika dan agar dapat mengetahui bagaimana jika ingin melanjutkan pendidikan di Amerika karena ditempat ini menyediakan Education USA yang menawarkan saran-saran tentang pendidikan di Amerika yang bebas biaya.

Dari semua event di @amerika saya sangat berharap bahwa mahasiswa Gunadarma dapat mengunjungi tempat ini sehingga memotivasi utnuk melanjutkan pendidikan ke Amerika. Dari segi kecanggihan teknologinya semoga mahasiswa Gunadarma dapat membuat alat teknologi yang lebih canggih dari yang ada di @amerika. 

Terimakasih semoga bermanfaat :)




Jumat, 26 Desember 2014

PENDELEGASIAN WEWENANG,DESENTRALISASI DAN SENTRALISASI

BAB I

PENDELEGASIAN WEWENANG

1.1  Pengertian Pendelegasian Wewenang
Delegasi wewenang adalah proses dimana manajer mengalokasikan wewenang kepada bawahannya.
Delegasi adalah suatu pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu.
Pendelegasian adalah pelimpahan kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab kepada orang lain.
Pendelegasian wewenang merupakan proses yang bertahap yang menciptakan pembagian kerja, hubungan kerja dan adanya kerja sama dalam suatu organisasi/perusahaan. Pendelegasian wewenang dapat memperluas ruang gerak dan waktu seorang manager.

Berikut adalah definisi atau pengertian dari Delegasi oleh beberapa pakar :
·         Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Pendelegasian wewenang adalah memberikan sebagian pekerjaan atau wewenang oleh delegator kepada delegate (utusan) untuk dikerjakannya atas nama delegator.
·         Raplh C. Davis
Pendelegasian wewenang hanyalah tahapan dari suatu proses ketika kita menyerahkan wewenang, berfungsi melepaskan kedudukan dengan melaksanakan pertanggung jawaban.

1.      Macam-macam pandangan wewenang formal
Wewenang (authority)
Adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Wewenang merupakan hasil delegasi atau pelimpahan wewenang dari atasan ke bawahan dalam suatu organisasi. Dua pandangan yang saling berlawanan tentang sumber wewenang, yaitu:
1.    Teori formal (pandangan klasik) Wewenang merupakan anugrah, ada karena seseorang diberi atau dilimpahi hal tersebut. Beranggapan bahwa wewenang berasal dari tingkat masyarakat yang tinggi
2.    Teori penerimaan (acceptance theory of authority)
Wewenang timbul hanya jika dapat diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan.



2. Macam-macam wewenang ada 3 yaitu :
Wewenang Lini (line authority)
adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. Yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya.
Sumber Konflik Lini-Staf
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan berbagai konflik di antara departemen dan orang-orang lini dan staf :
1.      Perbedaan umur dan pendidikan
2.      Perbedaan tugas
3.      Perbedaan sikap
4.      Perbedaan posisi

Wewenang Staf (staff authority)
 adalah hak yang dipunyai oleh satuan-satuan staff atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi, atau konsultasi kepada personalia ini.
Ada 2 tipe staf :
1. Staf pribadi , dibentuk untuk memberikan saran, bantuan dan jasa kepada seorang manajer (individual)
2. Staf spesialis, disebut sebagai “asisten pribadi”/”asisten staf” untuk memberikan saran, bantuan dan melayani seluruh lini dan unsur organisasi, disebut spesialis karena fungsinya sempit dan membutuhkan keahlian khusus.

Wewenang Staf Fungsional (functional staff authority)
adalah hubungan terkuat yang dapat dimiliki staf dengan satuan-satuan lini
Keuntungan Wewenang Fungsional :
1.    Pekerja dapat menarik keuntungan dari para ahli  dari berbagai bidang
     Kerugian Wewenang Fungsional.
2.  Kemungkinan akan munculnya masalah perilaku organisasi yang dikaitkan dengan “melayani dua tuan”.
3.    Konsekuensinya muncul kecendrungan rival yang berkembang antar departemen



3.      POLA PENDELEGASIAN
Pola pendelegasian yang membawa hasil memiliki ciri-ciri khusus yang harus dipahami oleh setiap orang. Ciri-ciri khusus tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.  Pendelegasian yang menghasilkan bukanlah pendelegasian pesuruh/babu "Jalankan ini, jalankan itu, lakukan ini, lakukan itu, dsb." Pendelegasian yang sebenarnya tidak berfokus pada prosedur- prosedur dan cara-cara yang digunakan, tetapi terarah kepada upaya pencapaian sasaran/target dan hasil-hasilnya. Prosedur dapat ditetapkan dalam polis/suatu ketentuan, tetapi cara/metode harus dicari sendiri dan dikembangkan oleh setiap pekerja.

2.  Pendelegasian yang menghasilkan adalah pendelegasian pelayanan, yaitu pendelegasian yang berwawasan serta bertujuan melayani. Aspek-aspek pendelegasian ini dikemukakan di bawah ini. 

a.  Fokus pendelegasian adalah hasil kerja yang diharapkan tercapai, dalam upaya menggapai       sasaran/tujuan akhir dari organisasi.
b.      Pendelegasian dilaksanakan dengan sikap hormat yang didasarkan atas penghargaan dan kesadaran terhadap diri sendiri sebagai sesuatu yang "berharga", serta memerhatikan harga diri dan kehendak bebas orang lain, di mana setiap pekerja dipandang sebagai subjek, dan bukan objek kerja.

4.         Latar belakang dari digunakannya delegasi
Ada alasan delegasi itu diperlukan,di antaranya :
1.   Memungkinkan atasan dapat mecapai lebih dari pada mereka menangani setiap tugas sendiri
2.   Agar organisasi dapat berfungsi lebih efisien
3.   Atasan dapat memusatkan tenaga kepada suatu tugas yang lebih diprioritaskan
4.   Dapat mengembangkan keahlihan bawahan sebagai suatu alat pembelajaran dari kesalahan.
5.   Karena atsan tidak mempunyai kemampuan yang dibutuhkan dalam pembuatan keputusan.
6.  Pendelegasian memungkinkan manajer perawat mencapai hasil yang lebih baik dari pada semua kegiatan ditangani sendri.
7.   Agar organisasi berjalan lebih efisien.
8.   Pendekatan memungkinkan manajer perawatvdapat memusatkan perhatian terhadap tugas tugas prioritas yang lebih penting.
9.   Dengan pendelegasian,memungkinkan bawahan untuk tumbuh dan berkembang,bahkan dapat dipergunakan sebagai bahan informasi untuk belajar dari kesalahan atau kerbrhsilan.



5.         Manfaat Pendelegasian Wewenang
1. Manajer memiliki banyak kesempatan untuk mencari dan menerima peningkatantanggungjawab         dari tingkatan manajer yang  tinggi
2.      Memberikan keputusan yang lebih baik
3.      Pelimpahan yang efektif mempercepat pembuatan keputusan
4.  Melatih bawahan memikul tanggungjawab, melakukan penilaian dan meningkatkan keyakinan           diri serta kesediaan untuk berinisiatif

Hambatan Terhadap Pendelegasian Yang Efektif
Penyebab keengganan untuk mendelegasikan wewenang adalah :
a.  Perasaan tidak aman. Manajer enggan mengambil resiko untuk melimpahkan tugas atau mungkin       takut kehilangan kekuasaan bila bawahannya terlalu baik melaksanakan tugas.
b. Ketidak mampuan manajer. Sebagian manajer bisa sangat tak teratur dalam membuat perencanaan     ke depan.
c.  Ketidak percayaan kepada bawahan
d.  Manajer merasa bahwa bawahan lebih senang tidak mempunyai hak pembuatan keputusan yang         luas

Penyebab keengganan untuk menerima pendelegasian wewenang adalah:
a.    Perasaan tidak aman bagi bawahan untuk menghindari tanggungjawab dan resiko.
b.   Bawahan takut dikritik atau dihukum karena membuat kesalahan.
c.   Bawahan tidak mendapat cukup rangsangan untuk beban tanggungjawab tambahan.
d.   Bawahan kurang peracaya diri dan merasa tertekan bila dilimpahi wewenang pembuatan                  keputusan yang lebih besar

6.         Syarat Untuk Delegasi Yang Efektif
a.     Kesediaan manajer untuk memberi kebebasan kepada bawahan dalam melaksanakan tugas yang dilimpahkan.
b.     Komunikasi yang baik antara manajer dan bawahan.
c.     Meningkatkan kompleksitas tugas yang dilimpahkan dan derajat pelimpahan dalam suatu jangka waktu tertentu.



7.         Prinsip-prinsip klasik yang dapat dijadikan dasar untuk delegasi yang efektif adalah:
1.      Prinsip Skalar
Menyatakan harus ada garis otoritas yang jelas yang menghubungkan tingkat paling tinggi dengan tingkat paling bawah. Garis otoritas yang jelas ini memudahkan anggota organisasi untuk megetahui:
a. kepada siapa dia dapat mendelegasikan
b. siapa yang dapat melimpahkan wewenang kepadanya
c. kepada siapa dia bertanggung jawab
Dalam proses penyusunan garis otoritas diperlukan kelengkapan pendelegasian wewenang, yaitu semua tugas yang diperlukan dibagi habis. Hal ini digunakan untuk menghindari:
a. gaps
b. overlaps
c. splits
2.      Prinsip kesatuan perintah (unity of command)
Menyatakan setiap orang dalam organisasi harus melapor pada satu atasan. Melapor pada lebih dari satu orang akan menyulitkan seseorang untuk mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan perintah siapa yang harus diikuti. Bertanggung jawab kepada lebih dari satu atasan juga akan membuat bawahan dapat menghindari tanggungjawab atas pelaksanaan tugas yang jelek dengan alasan banyaknya tugas dari atasan lain.
3.      Tanggungjawab, wewenang dan akuntabilitas
Tanggung jawab ( responsibility ) berarti bahwa seseorang diberikan satu tugas yang seharusnya ia kerjakan. Ketika mendelegasikan tanggung jawab atas suatu pekerjaan, manajer hendaknya mendelegasikan cukup wewenang kepada bawahan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Wewenang, ingat kembali, berarti bahwa seseorang memiliki kekuasaan dan hak untuk mengambil keputusan, memberikan perintah, menggunakan sumber daya, dan melakukan hal-hal lain yang dibutuhkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, fronisnya, cukup lazim bagi seseorang untuk memiliki tanggung jawab lebih bayak daripada wewenagnya, mereka harus memberikan kinerja sebaik mungkin melalui taktik-taktik pengaruh secara informal sebagai ganti dari mengandalkan diri sepenuhnya pada wewenang.
Akuntabilitas (Accountability) berarti bahwa manajer bawahan tersebut memiliki hak untuk mengharapkan bawahan melaksanakan pdan hak untuk mengambil tindakan perbaikan jika bawahan gagal untuk melaksanakannya.




BAB II
SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI
1.1  Tantangan Desentralisasi
•      Lingkungan kerja lebih kompleks, tidak pasti. Spt: karakteristik pasar, tekanan kompetitif, dan ketersediaan material
•      Manajer level bawah mampu dan berpengalaman dalam membuat keputusan
•      Manajer level bawah ingin bersuara dalam pembuatan keputusan
•      Keputusannya signifikan
•      Kultur perusahaan terbuka untuk memungkinkan para manajer bersuara tentang apa yang sedang terjadi
2.2 Sentralisasi Versus Desentralisasi
A.Istilah dan Pengertian Sentralisasi:
Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang atas segala urusan yang menyangkut pemerintahan kepada tingkat pusat. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah.
Kelemahan dari sistem sentralisasi adalah di mana seluruh keputusan dan kebijakan di daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat, sehingga waktu yang diperlukan untuk memutuskan sesuatu menjadi lama.
Kelebihan sistem ini adalah di mana pemerintah pusat tidak harus pusing-pusing pada permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pemerintah pusat.berpusat pada satu titik.

B. Istilah dan Pengaertian Desentralisasi
Desentralisasi sebenarnya adalah istilah dalam keorganisasian yang secara sederhana di definisikan sebagai penyerahan kewenangan. Desentralisasi di bidang pemerintahan adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah Pusat kepada satuan organisasi pemerintahan di wilayah untuk menyelenggarakan segenap kepentingan setempat dari sekelompok penduduk yang mendiami wilayah tersebut.

Desentralisasi juga dapat diartikan sebagai pengalihan tanggung jawab, kewenangan, dan sumber-sumber daya (dana, manusia dll) dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.
Menurut UU Nomor 5 Tahun 1974, desentralisasi adalah penyerahan urusan pemerintah dari pusat kepada daerah. Pelimpahan wewenang kepada Pemerintahan dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi untuk mencapai suatu pemerintahan yang efisien. Namun kelemahan dari sistem desentralisasi pada otonomi khusus untuk daerah adalah euforia yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya mementingkat kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Hal tersebut terjadi karena sulit untuk dikontrol oleh pemerintah di tingkst pusat.
Tujuan dari desentralisasi adalah :
·    Mencegah pemusatan keuangan.
· Sebagai usaha pendemokrasi pemerintah daerah untuk mengikutsertakan keuangan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
·    Penyusunan program-program untuk perbaikan sosial ekonomi pada tingkat local sehingga dapat lebih realistis.
·    Dekonsentrasi wewenang administratif Dekonsentrasi berupa pergeseran volume pekerjaan dari departemen pusat kepada perwakilannyan yang ada didaerah tanpa adanya penyerahan atau pelimpahan kewenangan untuk mengambil keputusan atau keleluasaan untuk membuat keputusan.
·    Delegasi kepada pengusaha otorita
·    Devolusi kepada pemerintah daerah
·   Pemindahan fungsi dari pemerintah kepada swasta yang disebut sebagai pemindahan fungsi dari         pemerintahan kepada swasta atau privatisasi.

2.3 Faktor – faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi adalah sebagai berikut :
1.      Filsafat Manajemen
2.      Ukuran dan tingkat pertumbuhan ekonomi
3.      Strategi dan lingkungan organisasi
4.      Penyebaran geografis organisasi
5.      Pengawasan yang efektif
6.      Kualitas manajer
7.      Keaneka – ragaman produk dan jasa
8.      Karakteristik – karakteristik organisasi lainnya

Penyusunan personalia organisasi
Sumber daya terpenting suatu organisasi adalah sumber daya manusia – orang – orang yang memberikan tenaga, bakat, beraktivitas, dan usaha mereka kepada organisasi.
Penyusunan persoanlia adalah fungsi manajen yang berkenaan dengan penarikan, penempatan, pemberian latihan, dan pengembangan anggota-anggota organisasi. Kegiatan – kegiatan penyusunan personalia sangat eraat hubungannya dengan tugas – tugas kepemimpinan, motivasi, dan komunikasi sehingga pembahasannya sering ditempatkan sebagai bagian dari fungsi pengarahan. Proses penyusunan personalia :
1.      Perencanaan sumberdaya manusia.
2.      Penarikan pengadaan calon-calon personalia.
3.      Seleksi.
4.      Pengenalan orientasi.
5.      Pelatihan dan pengembangan.
6.      Penilaian pelaksanaan kerja.
7.      Pemberian balas jasa dan penghargaan.
8.      Perencanaan dan pengembangan karir.

Perencanaan sumberdaya manusia :
1.      Penentuan jabatan-jabatan yang harus diisi.
2.      Pemahaman pasar tenaga kerja
3.      Pertimbangan kondisi, permintaan, dan penawaran karyawan.

JHA logeman membagi desentralisasi menjadi 3 macam, yaitu :
a.   Dekonsentrasi atau Desentralisasi jabatan, yaitu pelimpahan kekuasaan dari alat perlengkapan             negara tingkat lebih atas kepada bawahannya guna melancarkan tugas pemerintah.
b.  Desentralisasi ketatanegaraan atau desentralisasi politik yaitu pelimpahan kekuasaan perundangan       politik yaitu pelimpahan kekuasaan perundangan dan pemerintahan kepada daerah-daerah otonom       dalam lingkungannya.
c.  Desentralisasi Teritorial (Kewilayahan), yaitu penyerahan kekuasaan untuk mengatur dan                     mengurus rumah tangganya sendiri (autonomie), batas pengaturannya adalah daerah. Desentralisasi     teritorial mengakibatkan adanya otonomi pada daerah yang menerima penyerahan. Dimana daerah     otonom tersebut dapat menentukan sendiri kebijakan daerahnya, kecuali kebijakan dalam bidang:
1.      Politik Luar Negeri          5. Moneter      
2.      Pertahanan                       6. Fiskal
3.      Keamanan                        7. Agama
4.      Peradilan                         

2.4    KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DESENTRALISASI
Keuntungan Desentralisasi:
Menurut Smith (1985) dalam Hanif Nurcholis menjelaskan bahwa kebijakan desentralisasi ini memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
·   Desentralisasi diterapkan dalam upaya pendidikan politik.
·   Untuk latihan kepemimpinan politik.
·   Untuk memelihara stabilitas politik.
·   Untuk mencegah konsentrasi kekuasaan di pusat.
·   Untuk memperkuat akuntabilitas publik.
· Untuk meningkatkan kepekaan elit terhadap kebutuhan masyarakat lewat pendekatan pelayanan          publik.
·   Dalam system desentralisasi, dapat diadakan pembedaan dan pengkhususan yang berguna bagi kepentingan tertentu,yakni daerah dengan lebih mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan khusus daerah.
· Dengan adanya desentralisasi territorial, daerah otonom dapat merupakan semacam laboratorium dalam hal-hal yang berhubungan dengan pemerintahan, yang dapat bermanfaat bagi seluruh wilayah negara. Hal yang baik diterapkan pada seluruh wilayah negara sedangkan yang kurang baik dibatasi pada daerah tertentu saja.
·   Mengurangi kemungkinan kesewenang-wenangan dari pemerintah pusat.
·   Dari segi psikologi, desentralisasi dapat lebih memberikan kewenangan memutuskan yang lebih besar kepada daerah.
·   Desentralisasi akan memperbaiki kualitas pelayanan karena lebih dekat dengan masyarakat yang dilayani. 
·   Sehubungan dengan pendapat ditarik kesimpulan bahwa desentralisasi membawa banyak   keuntungan yang dapat membuat daearh lebih mandiri, kuat dan dapat menyelenggarakan     pemerintahan dengan daya, inovatif dan kreativitas tinggi untuk mensejahterakan rakyat di   daerahnya.

           Keuntungan Kebijakan Desentralisasi  sebagai berikut:
Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pusat pemerintahan.
Dalam menghadapi masalah yang amat mendesak membutuhkan tindakan yang lebih cepat, sehingga daerah tidak perlu menunggu instruksi dari pemerintah pusat.
Dapat mengurangi birokrasi dalam arti yang buruk karena setiap keputusan dapat segera dilaksanakan.


Kerugian Desentralisasi :
·    Wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta dipergunakan untuk   mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi.
·     Sulit dikontrol oleh pemerinah pusat.
·    Masa transisi dari sistem sentralisasi ke desintralisasi ke memungkinkan terjadinya perubahan secara gradual dan tidak memadai serta jadwal pelaksanaan yang tergesa-gesa.
·    Kurang jelasnya pembatasan rinci kewenangan antara pemerintah pusat, propinsi dan daerah.
·    Kemampuan keuangan daerah yang terbatas.
·    Sumber daya manusia yang belum memadai.
·    Kapasitas manajemen daerah yang belum memadai.
·    Restrukturisasi kelembagaan daerah yang belum matang.
·    Pemerintah pusat secara psikologis kurang siap untuk kehilangan otoritasnya.
·   Meningkatnya Keterbatasan kemampuan keuangan daerah dan masyarakat (orang tua)       menjadikan jumlah anggaran belanja sekolah akan menurundari waktu sebelumnya,sehingga akan menurunkan motivasi dan kreatifitas tenaga kependidikan di sekolahuntuk melakukan     pembaruan.
·     Biaya administrasi di sekolah meningkat karena prioritas anggarandi alokasikan untuk menutup   biaya administrasi, dan sisanya baru didistribusikan ke sekolah.
·     Kebijakan pemerintah daerah yang tidak memperioritaskan pendidikan, secara kumulatif           berpotendsi akan menurunkan pendidikankesenjangan anggaran pendidikan antara daerah,antar sekolah antar individu warga masyarakat.
·     Penggunaan otoritas masyarakat yang belum tentu memahamisepenuhnya permasalahandan      pengelolaan pendidikan yang pada akhirnya akan menurunkan mutu pendidikan.
·   Kesenjangan sumber daya pendidikan yang tajam di karenakan perbedaan potensi daerah yangberbeda-beda. Mengakibatkan kesenjangan mutu pendidikan serta melahirkan kecemburuan sosial.
·     Terjadinya pemindahan borok-borok pengelolaan pendidikan dari pusat ke daerah.
·     Permasalahan keterlambatan di terbitkanya PP tentang pembagian urusan.
·    Pemerintah engan dalam mendelegasikan kewenangan kepada daerah, hal ini terlihat dari masih adanya balai pelaksanaan teknis pusat di daerah yang di bentuk oleh departemen teknis,            pelaksanaan pembiayaanya bersumber dari pusat yang konsekuensinya berkurang inovasi dan   kreatifitas di daerah dalam melaksanakan kewenanganya.
·    Sistem hukum dan pembuktian terbalik masih absurd atau kabur sehinga muncul keraguan satuan kerja dalam melaksanakan program atau kegiatan di daerah.
·    Belum optimalnya pengelolahan sumber daya yang berakibat pada rendahnya PAD, hal ini        berimplikasi pada rendahnya Rasio PAD terhadap APBD.
·    Belum optimalnya penerapan sangsi dan penghargaan bagi sumber daya manusia aparatur di  daerah.
·    Pemekaran ego bagaimana berbagi bagi kekuasaan atau orang mendapat bagian kekuasaan di daerah mencoba memekarkan daerah yang akan menghabiskan APBN negara.
·    Korupsi pemindahan ladang korupsi dari pusat kedaerah.
·    Konflik vertikel dan herizontan, misalnya dalam pelaksanaan pilkada.
·    Munculnya pilkada langsung yang banyak menghabiskan dana dan rawan konflik. Ongkos yang di bayar untuk pilkada (Ongkos Demokrasi) sangat mahal di Indonesia adalah konsekuensi       pelaksanaan otonomi daerah.

Referensi :
http://isnatunnisa.wordpress.com/2012/11/02/05-wewenang-delegasi-dan-desentralisasi/



Rabu, 03 Desember 2014

TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG AKUNTANSI

Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.

Pengertian Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi dapat diartikan sebagai serangkaian unsure-unsur yang bekerja sama menurut suatu prosedur untuk mencapai tujuan perusahaan.
Krishand terbagi menjadi beberpa jenis yaitu, Krishand PPN 1107,Krishand PPH 21,Krishand withholding,Krishand General Ledger dan Krishand Payroll. Dengan menggunakan aplikasi ini kita dapat mempersiapkan formulir pajak dengan mudah,selain membantu membuat laporan pajak,software ini juga dapat membantu laporan internal dengan menganalisis data yang sudah di input.

Software krishand dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan ,misalnya setting print out di blanko SPP,memasukkan data faktur pajak pemasukan dan pengeluaran dari fil excel.


Krishand General Ledger Fiskal/Komersial Versi 3.5
Krishand General Ledger merupakan  Software Akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi jurnal dan menghasilkan laporan keuangan seperti Buku Besar, Neraca, Laba/Rugi, dll. Salah satu kelebihan dari software Krishand GL adalah gabungan dari pencatatan jurnal komersial dan fiskal sekaligus di dalam satu program.

Fitur-fitur standar Krishand GL :
  1. Berbasis Windows.
  2. Multi user.
  3. Mencatat transaksi jurnal baik fiskal maupun komersial.
  4. Penomoran bukti jurnal yang sangat fleksibel.
  5. Menyediakan fungsi untuk mengatur ulang no. bukti jurnal.
  6. Menyediakan fungsi penomoran bukti jurnal secara otomatis.
  7. Buku Besar dan Neraca Saldo dapat dilihat setiap saat tanpa perlu proses posting.
  8. Menghasilkan laporan keuangan fiskal dan komersial.
  9. Menyediakan laporan keuangan komparatif antara fiskal dan komersial. 
  10. Melakukan perhitungan saldo buku besar secara akurat.
  11. Format tampilan laporan keuangan dapat disetup sendiri oleh user sehingga Anda dapat menghasilkan laporan keuangan yang tampilannya berbeda untuk beberapa pihak yang berbeda kepentingan.
  12. Sederhana dan mudah digunakan.
Krishand General Ledger Versi 4.0
Krishand GL 4.0 merupakan software general ledger yang sangat fleksibel penggunaannya, sangat nyaman digunakan dan disukai para akuntan. Dengan menggunakan Krishand GL 4.0, Anda bisa menyajikan laporan keuangan yang lebih dalam dan lebih luas.

Fitur-fitur standar Krishand GL:
  1. Berbasis Windows.
  2. Multi user, sederhana, dan mudah digunakan.
  3. Multi cabang, multi currency, multi cost center dan user defined key analysis
  4. Dapat digunakan oleh semua jenis usaha.
  5. No. Perkiraan dapat disetup sendiri oleh user dengan maksimum 12 karakter.
  6. Dapat menginput jurnal untuk periode yang akan datang tanpa harus menutup periode yang sedang berjalan.
  7. Bisa mencatat nilai mata uang asing dan pembuatan jurnal selisih kurs secara otomatis
  8. Proses posting dan unposting dapat dilakukan setiap saat.
  9. Buku Besar dan Neraca Saldo dapat dilihat setiap saat tanpa perlu proses posting.
  10. Nilai debet/kredit mencapai 99.999.999.999.999.
  11. Dapat mengedit transaksi jurnal tahun sebelumnya dan fasilitas pindah saldo.
  12. Penomoran bukti jurnal secara otomatis dan fungsi penyusunan ulang nomor bukti jurnal.
  13. Format tampilan laporan keuangan dapat disetup sendiri oleh user sehingga Anda dapat menghasilkan laporan keuangan yang tampilannya berbeda untuk beberapa pihak yang berbeda kepentingan.
  14. Custom report formatting untuk berbagai macam laporan anlisa sesuai dengan kebutuhan Anda.
  15. Laporan dapat diekspor ke Microsoft Excel.
Kelebihan krishand : 
  1. Lebih cepat dan akurat dan mencegah terjadinya kesalahan,seperti salah hitung,salah ketik dsb.
  2. Dapat mencetak (print) langsung formulir pajak yang sudah disesuaikan dengan ketentuan tanpa harus menggunakan blanko.
  3. Dapat meriview dan menampilkan berkas pajak yang sudah lama.
  4. Up to date artinya semua formulir pajak yang tersedia adalah formulir yang sesuai dengan syarat dan peraturan perpajakan yang terbaru.
Kekurangan krishand :
  1. Usabilitasnya yang belum baik.
  2. Tidak ada dukungan komerdial.
  3. Kepemilikannya kurang jelas.
  4. Merupakan model bisnis yang tidak mengikuti pola dan cara bisnis software.
Kesimpulan : Peranan software akuntansi dalam siklus akuntansi dalam perusahaan sangat penting. Aplikasi krishand sudah sangat bagus untuk digunakan karena lebih cepat dan akurat dan mencegah terjadinya kesalahan. Dan dapat menganalisis data yang telat di input. 

http://www.bimbie.com/program-aplikasi-akuntasi.htm